"Setelah memakai Toga"...
".....Lanjut dari Episode sebelumnya.."
Setelah akhirnya hampir 5 tahun aku bergelut dengan buku.."..katanya bang iwan fals" akhirnya namaku diganti..eh tidak tidak, akhirnya namaku ditambah jadi 3 huruf jadi "....titt...*sensor". Memang kata mereka sangat membanggakan dan bikin emosional waktu dapet gelar itu, tapi menurutku sendiri biasa biasa saja..padahal ini perjuangan selama 5 tahun.
And Then, "...the Show Must Go ON..Yeah". Yah memang benar seperti pendapat yang udah udah..ada pertanyaan yang muncul dari beberapa orang disekitar.."Setelah Lulus mau kemana..?". Memang benar ketika sudah menyandang gelar sebagai mahasiswa..maka tentunya kita mendapat beban yang berat, itu pasti ada, dari ortu kita temen kita..dan kerabat deket kita. Tentunya sebelum kita lulus harusnya memang pasti sudah menentukan kemana langkah kita selanjutnya, apa mau langsung bekerja...emm dah bahkan sebelum lulus pun banyak dari temen temen mahasiswa sudah mempunyai sampingan dan berpenghasilan sendiri, atau mau lanjut ke jenjang selanjutnya. Tetapi ini bukan persoalan mudah bagi mahasiswa yang sudah atau baru akan lulus di zaman yang entah bagaimana orang menyebutnya ketika mereka sudah kepalang susah.."hhhhe..".
Sekali lagi ini bukan persoalan mudah, ketika mereka menentukan kuliah bukan karena keinginan sendiri, ada juga yang salah jurusan..karena ga ketrima di kampus Negeri..trus terdampar di kampus yang absurd "menurut mereka", tetapi banyak juga yang "ke Pede An" karena sok ngerti peluang kerja di masa yang akan datang..trus mereka jadi memilih jurusan yang bukan sebenarnya mereka ingini atau memang mereka belum menemukan "Soul" mereka sebenarnya di jurusan apa.
Banyak pendapat yang ambigu..karena sebagian orang bilang "Di Zaman ini memang susah dapat pekerjaan, jikalau dapat walaupun memang tak sesuai dengan jurusanmu, jalanilah". Yah..memang inilah realitas yang ada maka banyak juga kita temui contoh seperti ini..seperti Ex mahasiswa biologi maupun teknik kerja di Bank, atau Kerja di Marketing masih banyak lagi dan banyak lagi contohnya.
Tapi banyak juga bilang ini tergantung "prinsip..nah ...prinsip...hhe" kalau menurutku sedikit orang yang benar benar memegang prinsip di zaman yang absurd ini..karena memang kebutuhan yang semakin mendesak dan daya beli yang semakin rendah maka tentunya banyak orang mengedepankan peluang ataupun kesempatan.
"..Oke Sudah dulu Intronya.."
Saya mau berbagi cerita setelah saya lulus..
Kebetulan ketika aku lulus, statusku memang sudah bekerja di perusahaan konsultan perencanaan dan pengawasan Bangunan di Yogyakarta, tak usahlah disebutkan "merk.."nya nanti ada yang Ge Er emm..ato malah ada yang sakit hati lagi..hhi.. Waktu aku lulus kebetulan diberi mandat untuk pengawasan proyek jalan dari Bina Marga Kulon progo. Karena jarak tempuh yang jauh antara rumah sama proyek akhirnya aku mutusin untuk tinggal "nebeng" di tempat temen kuliah dulu tepatnya di Godean. Hari hari berlalu..."uhuk" aku merasa sangat bersemangat dan on fire..namun banyak cerita terjadi, bisa dibilang "lucu" ya memang sebagian dari kita menyebutnya lucu..karena peristiwa peristiwa konyol, marah, sedih, ngeselin telah terlewatkan dan kita mengingat itu kadang kita senyum dan ketawa sendi.".:xixixi".
#Peristiwa 1. ketika itu..rapat koordinasi antara konsultan, kontraktor, Bina Marga, dan PU. "tik..tok..tik..tok." waktu berjalan orang orang berdatangan menghadiri rapat. Rapat pun dimulai..setelah pembukaan tiba saatnya untuk penyampaian hasil pengawasan proyek nah..waktu pertama penyampaian namaku yang dipanggil..sontak aku kaget karena baru saja aku diberi dokumen pengawasan proyek dan baru masuk kerja. "keringat dingin..sob" akhirnya aku sampaikan awur awuran hhe, sampai sekarang tak habis pikir kenapa juga aku yang dipanggil kenapa juga pak Boss ga koordinasi dulu,,kenapa juga proyeku itu ada di daftar teratas tabel pengawasan? hhha..ngekek denger temen temen ngetawai aku habis rapat itu.."lucu lucu mangkel sebenernya..".
#Peristiwa 2.
*hoaaaemmm ngangtuk ni..lanjut laen kali ye..bocan dlu..libur libur gini :-)
Tampilkan postingan dengan label All About My Life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label All About My Life. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 31 Januari 2015
Minggu, 14 September 2014
Kegalauan
Emm...dari judulnya saja sudah keliatan, gw bakal mau nulis apaan..
Yah..sekedar "sering ja.." barang kali elo2 pernah ngerasain yang gw rasain..
Emang tahun ini lumayan sulit buat gw, keidupan gw akhir-akhir ini penuh ketidakpastian, hhhe..seperti harga bbm ma bahan pokok ja.."ntar turun ntar naik..", tapi sekalinya naik..gak turun2, hahh..tak pasti. Setelah sekian lamanya..gw menyandang sebutan mahasiswa.."Selama hampir 6 tahun -___-..", akhirnya gw berhasil LULUS, "..Horee..hahahaha", tepatnya even besar ini dirayain pas tgl 31 Mei kemaren, Seneng si..ngeliat temen2..yang berjuang matimatian, nglembur skripsi, nungguin dosen..sampai sore, dikit dikit telpon.."Papa"."..hhha..eits itu sebutan Bapak Dosen Pembimbing tercinta", perjuangan 5 bulan ngerjain skripsi gak terasa.
Sedikit cerita gw ganti Dosen Pembimbing sampai 3 x. Yang Pertama..karena gw ga yakin bakalan cepet selesei skripsi gw ma ntu dosen, yang Kedua..pas lagi "On Fire"..tau-taunya Dosen gw meninggal gegara sakit Gula, "..wah", dan yang ketiga Dosen gw yang punya mahasiswa bimbingan banyak banget, tapi untungnya gw jadi anak kesayangan..,soalnya skripsi gw jadi bahan penelitian dosen gw, "..hhe sempet ada pesangon juga si..".
Bersambung Eaaa...dah ngantuk..mau bobo' enyak ^_^
Yah..sekedar "sering ja.." barang kali elo2 pernah ngerasain yang gw rasain..
Emang tahun ini lumayan sulit buat gw, keidupan gw akhir-akhir ini penuh ketidakpastian, hhhe..seperti harga bbm ma bahan pokok ja.."ntar turun ntar naik..", tapi sekalinya naik..gak turun2, hahh..tak pasti. Setelah sekian lamanya..gw menyandang sebutan mahasiswa.."Selama hampir 6 tahun -___-..", akhirnya gw berhasil LULUS, "..Horee..hahahaha", tepatnya even besar ini dirayain pas tgl 31 Mei kemaren, Seneng si..ngeliat temen2..yang berjuang matimatian, nglembur skripsi, nungguin dosen..sampai sore, dikit dikit telpon.."Papa"."..hhha..eits itu sebutan Bapak Dosen Pembimbing tercinta", perjuangan 5 bulan ngerjain skripsi gak terasa.
Sedikit cerita gw ganti Dosen Pembimbing sampai 3 x. Yang Pertama..karena gw ga yakin bakalan cepet selesei skripsi gw ma ntu dosen, yang Kedua..pas lagi "On Fire"..tau-taunya Dosen gw meninggal gegara sakit Gula, "..wah", dan yang ketiga Dosen gw yang punya mahasiswa bimbingan banyak banget, tapi untungnya gw jadi anak kesayangan..,soalnya skripsi gw jadi bahan penelitian dosen gw, "..hhe sempet ada pesangon juga si..".
Bersambung Eaaa...dah ngantuk..mau bobo' enyak ^_^
Selasa, 24 September 2013
Cerpen
"Kisah Seorang Kakek dengan Kedua Embernya"
Tiba disuatu ketika, tersebut seorang kakek tua bernama Hadi, Hadi adalah seorang yang berprofesi sebagai tukang kebun disebuah istana, beliau sudah berprofesi sebagai tukang kebun istana selama bertahun-tahun lamanya, kakek hadi sangat tekun dan rajin dalam menjalankan tugasnya, tidak pernah sekalipun istana nampak murung, selalu nampak cerah dan ceria karena keelokan bunga-bunga dan tanaman di istana.
kakek Hadi dalam bekerja, sangatlah bergantung pada peralatan kebunya, sebut saja beberapa ember yang digunakan dalam mencari air untuk menyirami tanaman-tanaman bunga diseluruh istana, Kanan dan Kiri adalah sebutan kakek Hadi untuk kedua ember yang selalu menemaninya saat bekerja, karena kakek Hadi selalu memikul Kanan dan Kiri dipundaknya, kakek sangatlah bangga dengan embernya.
Suatu ketika saat perjalanan pulang ketika mencari air, Kanan berkata kepada Kiri
"Hei Kiri ..kamu itu ember paling jelek di dunia, ember seperti kamu taklayak digunakan lagi".
Kiri pun menyahut.."Kanan..kamu berkata apa? Aku masih layak digunakan, buktinya kakek masih setia memikulku untuk mengambil air"
Kanan menjawab lagi "Dasar tidak tahu diri, kamu itu sudah tua, jelek, berat, bocor lagi..lihat saja itu air banyak yang tumpah, kakek pasti kecewa sama kamu, sudah berat air yang dibawa malah berkurang, huhh dasar..". mendengar ocehan si Kanan, Kiri nampak murung, dan tak sepatah katapun keluar dari mulut Kiri, merasa bersalah dan iba tentunya kepada kakek. namun kakek tidak menjawab dan hanya tersenyum.
Hari berganti, hingga genap bulan. Namun Kiri masih nampak murung dan Kanan masih selalu sombong dan menggoda Kiri waktu perjalanan mengambil air, tiba suatu ketika saat kakek mengambil air ditempat yang agak jauh, karena saat itu sumber air telah banyak mengering karena kekeringan. Kakek kelelahan dan merasa harus istirahat, tubuhnya yang tua dan keriput seperti menjadi saksi atas kerja kerasnya.
Kanan tiba-tiba berkata "Hey... lihat itu, kamu sadar kan, kamu telah membuat kakek sangat kelelahan, bayangkan saja, betapa kakek harus mondar-mandir untuk mengganti air yang telah kamu tumpahkan, lihat aku...aku kuat, bagus dan tidak bocor"
Kiri masih terdiam dan tak bisa menjawab. "Kek..kenapa tidak diganti saja itu kiri dengan ember yang lain, kasihan kan Kakek," celetuk Kanan. kakek hanya tersenyum, lalu disela-sela istirahat Kakek berkata, "Di dunia ini taidak ada yang sia-sia"...."Kanan, Kiri dengarkan", lihatlah baik-baik, "...benar kamu kanan kamu ember yang bagus kuat dan tidak ada bocor sedikitpun, kamu ember yang setia Kiri, kakek tidak akan mengganti kamu, sebelum kamu benar-benar hancur.."
"Kanan kamu bekerja sangat baik, tidak ada satu setetespun air yang tumpah dari kamu, dan semua menjadi lebih mudah, dan tentunya sangat berguna, namun jangan kamu anggap Kiri tidak berguna dan tak layak digunakan karena alasan kebocoran di tubuh Kiri", lihatlah saat nanti perjalanan pulang banyak bunga, tanaman yang tumbuh dengan baik disamping Kiri Kakek, nampak hijau dan sehat, itu tandanya tidak ada yang sia-sia dengan kebocoran Kiri, karena memang tidak ada yang terlihat sia-sia dengan usaha kita didunia ini. Mendengar ucapan Kakek, Kanan pun menjadi kethus, dan terdiam, Kiri yang dari kemarin nampak murung, seketika terlihat berseri seperti tidak ada beban. Kakek pun melanjutkan perjalanan pulang, untuk segera menyirami bunga-bunga istana yang sudah menanti.
Saat perjalanan pulang. Benar saja, memang tanaman disisi Kiri kakek nampak Hijau dan banyak ditumbuhi bunga-bunga, namun disisi kanan kakek tak ada satupun tumbuhan yang tumbuh, hanya pasir dan tanah kering. Melihat itu Kanan merasa sadar dan berjanji tidak akan menggoda dan mengejek Kiri. Bertahun-tahun lamanya kakek masih menjadi Tukang Kebun Istana hingga tutup hayatnya.
*red :Azis Eko Yulianto/belajar nulis
Tiba disuatu ketika, tersebut seorang kakek tua bernama Hadi, Hadi adalah seorang yang berprofesi sebagai tukang kebun disebuah istana, beliau sudah berprofesi sebagai tukang kebun istana selama bertahun-tahun lamanya, kakek hadi sangat tekun dan rajin dalam menjalankan tugasnya, tidak pernah sekalipun istana nampak murung, selalu nampak cerah dan ceria karena keelokan bunga-bunga dan tanaman di istana.
kakek Hadi dalam bekerja, sangatlah bergantung pada peralatan kebunya, sebut saja beberapa ember yang digunakan dalam mencari air untuk menyirami tanaman-tanaman bunga diseluruh istana, Kanan dan Kiri adalah sebutan kakek Hadi untuk kedua ember yang selalu menemaninya saat bekerja, karena kakek Hadi selalu memikul Kanan dan Kiri dipundaknya, kakek sangatlah bangga dengan embernya.
Suatu ketika saat perjalanan pulang ketika mencari air, Kanan berkata kepada Kiri
"Hei Kiri ..kamu itu ember paling jelek di dunia, ember seperti kamu taklayak digunakan lagi".
Kiri pun menyahut.."Kanan..kamu berkata apa? Aku masih layak digunakan, buktinya kakek masih setia memikulku untuk mengambil air"
Kanan menjawab lagi "Dasar tidak tahu diri, kamu itu sudah tua, jelek, berat, bocor lagi..lihat saja itu air banyak yang tumpah, kakek pasti kecewa sama kamu, sudah berat air yang dibawa malah berkurang, huhh dasar..". mendengar ocehan si Kanan, Kiri nampak murung, dan tak sepatah katapun keluar dari mulut Kiri, merasa bersalah dan iba tentunya kepada kakek. namun kakek tidak menjawab dan hanya tersenyum.
Hari berganti, hingga genap bulan. Namun Kiri masih nampak murung dan Kanan masih selalu sombong dan menggoda Kiri waktu perjalanan mengambil air, tiba suatu ketika saat kakek mengambil air ditempat yang agak jauh, karena saat itu sumber air telah banyak mengering karena kekeringan. Kakek kelelahan dan merasa harus istirahat, tubuhnya yang tua dan keriput seperti menjadi saksi atas kerja kerasnya.
Kanan tiba-tiba berkata "Hey... lihat itu, kamu sadar kan, kamu telah membuat kakek sangat kelelahan, bayangkan saja, betapa kakek harus mondar-mandir untuk mengganti air yang telah kamu tumpahkan, lihat aku...aku kuat, bagus dan tidak bocor"
Kiri masih terdiam dan tak bisa menjawab. "Kek..kenapa tidak diganti saja itu kiri dengan ember yang lain, kasihan kan Kakek," celetuk Kanan. kakek hanya tersenyum, lalu disela-sela istirahat Kakek berkata, "Di dunia ini taidak ada yang sia-sia"...."Kanan, Kiri dengarkan", lihatlah baik-baik, "...benar kamu kanan kamu ember yang bagus kuat dan tidak ada bocor sedikitpun, kamu ember yang setia Kiri, kakek tidak akan mengganti kamu, sebelum kamu benar-benar hancur.."
"Kanan kamu bekerja sangat baik, tidak ada satu setetespun air yang tumpah dari kamu, dan semua menjadi lebih mudah, dan tentunya sangat berguna, namun jangan kamu anggap Kiri tidak berguna dan tak layak digunakan karena alasan kebocoran di tubuh Kiri", lihatlah saat nanti perjalanan pulang banyak bunga, tanaman yang tumbuh dengan baik disamping Kiri Kakek, nampak hijau dan sehat, itu tandanya tidak ada yang sia-sia dengan kebocoran Kiri, karena memang tidak ada yang terlihat sia-sia dengan usaha kita didunia ini. Mendengar ucapan Kakek, Kanan pun menjadi kethus, dan terdiam, Kiri yang dari kemarin nampak murung, seketika terlihat berseri seperti tidak ada beban. Kakek pun melanjutkan perjalanan pulang, untuk segera menyirami bunga-bunga istana yang sudah menanti.
Saat perjalanan pulang. Benar saja, memang tanaman disisi Kiri kakek nampak Hijau dan banyak ditumbuhi bunga-bunga, namun disisi kanan kakek tak ada satupun tumbuhan yang tumbuh, hanya pasir dan tanah kering. Melihat itu Kanan merasa sadar dan berjanji tidak akan menggoda dan mengejek Kiri. Bertahun-tahun lamanya kakek masih menjadi Tukang Kebun Istana hingga tutup hayatnya.
*red :Azis Eko Yulianto/belajar nulis
Sabtu, 07 September 2013
God Is an Architec
Ya,.."Benar"
God Is an Architec
gambar diatas adalah sebuah cuplikan dari sebuah film yang berjudul "cin(t)a" yang diproduksi sekitar tahun 2010, film ini menceritakan tentang hubungan antara seseorang anak manusia dengan anak kebo.."ups salah ya" maksud saya anak manusia, yang berstatus mahasiswa dan kuliah dijurusan yang sama yaitu Arsitek, banyak problematika yang terjadi, hubungan mereka sebenarnya harmonis, namun banyak sekali perbedaan. Seperti perbedaan usia, status, dan perbedaan agama. puncak kisah saat terjadi konflik perjodohan dipihak wanita, dan konflik teroris yang mulai membuat ulah pengeboman di beberapa gereja, tentunya agama yang dianut oleh sang pria, akhirnya toleransi diantara keduanya pudar dan mereka memutuskan untuk berpisah.
Fim ini diceritakan sangat menarik, mulai dari dialog, seting, maupun pengambilan gambar, bagaimana menceritakan tentang kebesaran Tuhan atas umatnya, tentang perbedaan keyakinan, dan rencana Tuhan yang memang selalu benar. Kita tak bisa menyangkal, Kita tak bisa benci atas keputusan Tuhan, Kita tidak bisa menyalahkan Tuhan, karena bagaimanapun kita berusaha dan berencana Tuhan lah yang menentukan. karena Tuhan Selalu memberikan yang terbaik bagi umatnya, Kita semestinya bersyukur.
Dan bagaimana nasib "semut diatas apel pada gambar diatas..."? anda harus liat filmnya..hhehe
Rabu, 27 Oktober 2010
Langganan:
Postingan (Atom)
